Hari ke empat sesudah selesai makan malam, saya serta istriku mulai iseng seperti biasa suami istri sama-sama cium, sama-sama hisap meskipun dengan baju 1/2 telanjang, tetapi nafsu liar kami berdua tidak ada habis-habisnya (maklum setiap hari pemikiran ini dipenuhi pekerjaan kantor, jadi lumrah jika setiap hari waktu berlibur kami selalu terkait).
Kata teman-temanku saya punyai libido sex tinggi atau nafsu liar, karena itu istriku terkadang tidak kuat melayani diriku di ranjang. Tengah asyik-asyiknya kami penetrasi pintu kamar hotelku diketuk, saya langsung bergerak tanpa ada memedulikan istriku yang telah ngos-ngosan tidak karuan.
Begitu terkejutnya saya waktu kubuka pintu, sesosok tubuh montok berdiri di depanku dengan celana jeans ketat serta kaos putih ketat terawang. Saya hampir kagum “Mariana..” kataku 1/2 grogi. “Ayo masuk,” pintaku, tanpa ada sadar saya telah 1/2 telanjang (walaupun cuma menggunakan celana pendek saat itu). Ia mengikutiku masuk ruang hotel, istriku juga tengah rebahan serta cuma ditutup oleh selimut hotel.
“Ini Mariana, Mah kenalin,” mereka juga sama-sama berjabatan tangan.
“Oh, kalian sedang asik yah, maaf kalau saya mengganggu?” kata Mariana lalu.
Kami juga cukup kikuk, tetapi Mariana dengan enjoy juga mengatakan,
“Lanjutin saja, cueklah kalian kan telah suami istri, mari lanjutin saja!”
Saya serta istriku bingung lihat hal tersebut, tetapi dengan dikit kikuk tanpa ada saya pikirkan siapa ia, saya mulai penetrasi dengan istriku (meskipun cukup canggung). Kulumat bibir istriku, turun ke bawah antara dua payudara yang indah yang kumiliki sampai kini (ukurannya sich 34B) kujilat-kugigit puting susu istriku, dengan terpejam istriku mendesah,
“Aaahh.. aahh..” ia juga tidak memperdulikan sekelilingnya termasuk juga Mariana.
Mulutku mulai turun mengarah di lubang kemaluan istriku dengan tangan kanan serta kiri meremas-remas ke-2 payudaranya. Kujilati lubang kemaluan istriku, ia mulai bergoyang-goyang. “Mas.. itilnya.. aahh enak.. Mas.. selalu..” Saya sudah sempat melirik Mariana, ia juga lihat adegan kami berdua seolah-olah ingin turut menikmatinya.
“Mas, mari mulai.. saya.. sudah tidak.. kuat.. nih..” lalu penisku yang telah mulai tegak berdiri mulai masuk ke lubang vagina istriku, “Bleess.. sleepp..” demikian berkali-kali, mendadak tanpa ada saya sadari Mariana telah melepas semua penutup tubuhnya, ia bergerak dari tempat duduk serta mendekati istriku, dilumatnya bibir mungil istriku. Gila! pikirku, tetapi ini memang pengalaman baru buat kami berdua serta lebih ada variasinya.
Istriku juga nyatanya membalas ciuman Mariana dengan bergairah, tangan Mariana juga asik mainkan puting susu istriku. Hampir satu jam saya turun-naik di badan istriku, serta badan istriku mulai mengejang “Mas.. saya.. ke.. lu.. aagghh..” Badan istriku tergeletak lemas di ranjang, Mariana tahu jika saya belum sampai pucuk, ditariknya diriku supaya duduk di pinggir ranjang, dengan penis yang masih tegak serta basah oleh sperma istriku.
Baca Juga
Lalu “Bleess..” penisku telah masuk ke vagina Mariana. Istriku lihat itu cuma terdiam, tetapi lalu ia bangun serta mendorongku hingga saya di tempat terlentang di ranjang. Dia mulai naik ke tubuhku dengan tempat lubang vaginanya pas diatas kepalaku.
“Jilati Mas..” pintanya manja. Saya mulai menjilati lubang kemaluan istriku serta klitorisnya yang indah itu, istriku dengan tempat itu nyatanya semakin dapat nikmati dengan Mariana, mereka sama-sama berciuman serta tempat Mariana juga turun-naik diatas penisku.
Istriku dengan bergairah melumat ke-2 puting payudara indah punya Mariana, sesudah 1/2 jam badan Mariana mengejang, “Mas.. saya.. ingin.. ke.. aahh..” cairan panas menimpa penisku, begitupun saya ingin sampai pucuk serta tidak tahan spermaku tumpah di lubang vagina Mariana.
Mariana lalu beringsut dari tempat tidur, ia berjalan mengarah tas yang dia bawa serta barusan, lalu keluarkan satu benda coklat panjang dengan tali melingkar, itu yang dinakan “dildo”, saya serta istriku baru mengetahui saat itu.
Mariana mulai kenakan dildonya, sama seperti lelaki, ia berjalan mengarah istriku yang semenjak barusan rebahan di sampingku. Mariana mulai berlaga, ia menciumi istriku dengan bergairah, melumat puting susu istriku yang tegak, turun ke vaginanya, dijilatinya dengan senang, klitorisnya dimainkan dengan ujung lidahnya, istriku tidak tahan ia mendesah-desah kesenangan.
“May.. selalu..” Mariana lalu melepas vagina istriku tadi dijilat serta digigitnya, ia naik diatas badan istriku, lalu tangannya menuntun dildo yang ia gunakan pas diatas lubang vagina istriku, dengan sekali tekan masuklah dildo itu,
“Aauugghh..” teriak istriku.
“Enak Mas.. lebih enak dari punyamu..” tuturnya, saya cuma tersenyum.
Mariana seolah bergairah sekali dalam permainan itu, seolah-olah ia seseorang lelaki yang sedang menyetubuhi wanita, istriku juga menikmatinya. Saya tidak tahan lihat adegan itu, tanpa ada meminta ijin dahulu dengan tempat membelakangi Mariana saya lihat warna merah indah vagina punya Mariana terpampang di depanku. Dengan sekali genjot penisku telah masuk ke lubang itu, “Bleess..” Mata Mariana sampai terpejam-pejam nikmati itu.
Sesudah beberapa lama badan istriku terlihat mengejang serta,
“Ahh.. May.. sayang..”
Ia lemas untuk ke-2 kalinya. Mariana mendadak menahanku, hingga saya terdiam, ia bangun berdiri dari tempat diatas istriku, ia mendorongku ke tempat tidur, ia melepas dildonya serta naik ke tubuhku, ia mulai dengan tempat seperti awal barusan, wow sangat nikmat. Istriku bangun dari ranjang, ia iseng kenakan dildo yang dipakai Mariana barusan, lalu berjalan membelakangi Mariana, istriku lihat dengan indah pantat Mariana yang putih mulus serta halus itu.
Dibelainya dengan lembut, ia menggerakkan badan Mariana hingga terjerambab, dengan tempat itu kami bisa sama-sama berciuman dengan bergairah. Istriku lalu ambil tempat, dengan perlahan ia masukkan dildonya di dubur Mariana (ia ingin anal sex rupanya dengan Mariana), dengan pergerakan lembut dildo itu masuk ke dubur Mariana, Mariana juga berteriak,
“Aagghh sa.. kit..”
“Mas.. saya.. sudah.. nggakk.. ku.. at.. la..” kembali cairan panas menyerang penisku.
Istriku telah berhenti mainkan dildonya takut Mariana menanggung derita sakit. Badan Mariana terbaring di ranjang sebelahku, istriku yang nafsu liar nya masih menggebu langsung menyerangku, ia dengan tempat seperti Mariana barusan mulai turun-naik serta tanganku juga tidak tertinggal memilin ke-2 puting susunya.
Sesudah hampir satu jam kami bergumul, pada akhirnya klimaks kami berdua saling keluarkan cairan di satu lubang. Istriku lalu beringsut, ia ingin mengulum penisku yang masih tegak berdiri serta basah oleh cairan kami berdua, Mariana juga tidak tertinggal turut mengulum-ngulum penisku. Begitu enaknya malam hari ini, pikirku.
Pada akhirnya kami bertiga tertidur sebab kecapaian dengan senyum penuh makna mudah-mudahan permainan ini bisa kami lanjutkan dengan dilandasi rasa sayang bukan lantaran nafsu liar semata-mata antara kami bertiga.









